Semarang, Idola 92,6 FM-Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah mengingatkan potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang selama ini dikenal volatile food.
Kepala Perwakilan BI Jateng Noor Nugroho mengatakan meski inflasi saat ini masih terkendali, tekanan harga menjelang Lebaran tetap perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan. Hal itu dikatakan dalam media briefing di kantornya, Rabu (25/2).
Nugroho menjelaskan, BI mengingatkan pola historis menunjukkan adanya kenaikan harga menjelang Idul Fitri.
Berdasarkan pemantauan sejak 2018 hingga awal 2026, sejumlah komoditas pangan kerap mengalami lonjakan harga karena tingginya permintaan masyarakat.
Menurut Nugroho, komoditas yang perlu diwaspadai di antaranya adalah beras dan aneka bawang serta aneka cabai.
“Komoditas tersebut memiliki volatilitas tinggi dan cenderung meningkat saat HBKN, terutama Lebaran Data pemantauan harga pangan strategis pada Februari juga menunjukkan indikasi kenaikan di beberapa komoditas, yang menjadi sinyal awal potensi tekanan inflasi ke depan,” kata Nugroho.
Lebih lanjut Nugroho menjelaskan, guna meredam gejolak harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng terus memerkuat koordinasi.
Fokus pengendalian diarahkan pada komoditas pangan utama, serta wilayah sentra produksi dan daerah dengan tingkat inflasi tinggi atau defisit neraca pangan.
“Koordinasi lintas daerah menjadi kunci, agar distribusi pasokan berjalan lancar dan lonjakan harga akibat peningkatan permintaan saat Idul Fitri dapat ditekan. Kita tidak boleh lengah. Walaupun posisi inflasi saat ini aman, pola musiman menjelang Lebaran tetap harus diantisipasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (Bud)















