Semarang, Idola 92,6 FM-BPS menerjunkan ratusan mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS), untuk memercepat pendataan wilayah terdampak bencana di sejumlah provinsi di Sumatera.
Sebanyak 510 mahasiswa dikerahkan ke Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sebanyak 240 mahasiswa diberangkatkan menggunakan pesawat C130 Hercules TNI Angkatan Udara dalam dua kloter pada hari berbeda, sementara mahasiswa lainnya diberangkatkan menggunakan pesawat komersial. Pernyataan itu disampaikan usai memberangkatkan ratusan mahasiswa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.
Menurut Amalia, keterlibatan mahasiswa Polstat STIS merupakan bagian dari kontribusi nyata BPS dalam mendukung penyediaan data pascabencana yang cepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kegiatan bantuan kemanusiaan ini sesuai dengan keahlian mahasiswa Polstat STIS, yaitu melakukan pendataan. Hasilnya akan memperkaya statistik kebencanaan sebagai dasar perencanaan pemulihan wilayah terdampak,” kata Amalia.
Amalia menjelaskan, pendataan tersebut terintegrasi dengan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) 2026 Polstat STIS dan menjadi bagian dari pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam.
BPS berperan sebagai koordinator pengelolaan data dalam Satuan Tugas (Satgas) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sesuai Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
“Para mahasiswa akan bertugas sebagai enumerator lapangan bersama pegawai BPS untuk mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, serta kerusakan infrastruktur,” jelasnya.
Lebih lanjut Amalia menjelaskan, pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga dan lokasi pengungsian, dilengkapi pencatatan kondisi bangunan dan infrastruktur menggunakan foto serta titik koordinat (geotagging).
Data yang dihimpun akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), data pemerintah daerah, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Hasil pendataan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi satuan tugas penanganan bencana dalam menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga bantuan dan program pemulihan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” pungkasnya. (Bud)














