Semarang, Idola 92,6 FM-Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Minggu (15/2) malam memicu banjir di sejumlah wilayah, termasuk Perum Grand Permata Tembalang, Meteseh.
Genangan yang terus meninggi, membuat seorang perempuan muda yang masih dalam kondisi lemah pasca-operasi terjebak di dalam rumahnya.
Personel Satuan Brimob Polda Jawa Tengah bergerak menuju lokasi, setelah melakukan apel kesiapan.
Dengan mengenakan pelampung dan perlengkapan SAR, tim Brimob mengangkat korban secara hati-hati keluar dari rumah yang dikepung air.
Korban bernama Fatma Putro Anwar, dalam kondisi lemah akibat riwayat autoimun dan baru menjalani operasi, sehingga tidak memungkinkan untuk dievakuasi secara mandiri.
Dansat Brimob Kombes Pol Noor Hudaya mengatakan roses evakuasi berlangsung cepat namun penuh kehati-hatian, mengingat kondisi medis korban yang rentan.
Setelah berhasil dibawa ke titik aman, korban langsung dirujuk menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
“Kesiapsiagaan personel dalam menghadapi cuaca ekstrem menjadi prioritas. Penyelamatan kelompok rentan seperti pasien sakit, lansia dan anak-anak menjadi fokus utama dalam setiap operasi kebencanaan,” kata Hudaya.
Kabid Humas Kombes Pol Artanto menambahkan, respons cepat di lapangan menjadi faktor penentu keselamatan korban.
“Operasi kemanusiaan berakhir sekitar pukul 06.30 WIB, setelah situasi dinyatakan aman dan seluruh personel kembali melakukan konsolidasi,” ucapnya.
Menurut Artanto, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah cuaca ekstrem, kewaspadaan dan respons cepat aparat dapat menjadi pembeda antara risiko dan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila membutuhkan bantuan darurat, terutama saat curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan banjir susulan,” tandasnya. (Bud)















