Semarang, Idola 92,6 FM-Guna memerkuat konektivitas dan aksesibilitas wilayah kepulauan, kini di Karimunjawa, Kabupaten Jepara tersedia operasional layanan angkutan perintis Bus Damri Karimunjawa.
Angkutan perintis ini melayani trayek Pelabuhan Karimunjawa-Bandara Dewadaru-Desa Kemujan-Pelabuhan Legon Bajak (PP), dengan panjang rute sekira 55 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 90 menit.
Rute tersebut melewati sejumlah titik permukiman, dan pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan ada empat armada bus Damri menggunakan jenis minibus dengan kapasitas 19 penumpang. Hal itu dikatakan usai meresmikan armada bus Damri Karimunjawa, kemarin.
Menurut Luthfi, tarif yang ditetapkan sebesar Rp7 ribu per penumpang.
Luthfi menjelaskan, operasional trayek tersebut untuk memerkuat konektivitas dan pemerataan layanan transportasi bagi masyarakat wilayah kepulauan.
Sebab, konektivitas menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di wilayah terluar seperti Karimunjawa.
“Konektivitas masyarakat itu sangat kita perlukan. Bergeraknya orang dan barang menentukan pertumbuhan ekonomi. Hari ini kendaraan darat masuk ke wilayah terluar kita, khususnya Karimunjawa, bahkan sampai ke pelabuhan ini,” kata Luthfi.
Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, layanan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dengan konektivitas ini, Karimunjawa akan semakin kuat posisinya sebagai ikon nasional, bahkan internasional, dan menjadi penggerak ekonomi Jawa Tengah,” pungkasnya. (Bud)














