Beredar narasi di media sosial yang menuding adanya korban jiwa akibat insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu Utara. Informasi tersebut ramai beredar di berbagai platform. Dibangun kesan seolah-olah kejadian tersebut berkaitan langsung dengan konsumsi makanan dari program MBG. Berdasarkan Cek Fakta RI, hal itu tidak benar. (Foto Dok. Instagram Cek Fakta RI)

Jakarta, Idola 92.6 FM-Beredar narasi di media sosial yang menuding adanya korban jiwa akibat insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu Utara.

Informasi tersebut ramai beredar di berbagai platform. Dibangun kesan seolah-olah kejadian tersebut berkaitan langsung dengan konsumsi makanan dari program MBG.

Faktanya, meninggalnya seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan CT scan di Rumah Sakit Bhayangkara, korban mengalami pendarahan otak. Temuan medis tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan antara peristiwa tersebut dan konsumsi makanan program MBG,” demikian dikutip dari akun Instagram Cek Fakta RI, Rabu (4/3).

Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Keterangan resmi dan hasil pemeriksaan medis yang sah dapat dijadikan rujukan agar tidak terjebak dalam disinformasi maupun DFK (disinformasi, fitnah, dan kebencian). (her/dav)