Semarang, Idola 92,6 FM-Program Mudik Gratis Pemprov Jawa Tengah disambut antusias para perantau di Jakarta, kemarin.
Mulai dari asisten rumah tangga (ART) hingga pekerja serabutan dan juga penyandang disabilitas, memanfaatkan fasilitas itu untuk pulang kampung tanpa harus memikirkan mahalnya ongkos perjalanan menjelang Lebaran.
Samino salah satunya, penghasilannya sebagai pekerja gudang yang tidak menentu itu pastinya terbantu dengan adanya mudik gratis.
“Alhamdulillah sangat membantu Mas. Saya orang kecil, kerja harian di bagian gudang. Kalau kerja ya dapat, kalau tidak ya tidak,” kata Samino.
Antusiasme serupa juga disampaikan Widya, seorang asisten rumah tangga (ART) di Jakarta.
Widya menyebut, tanpa program Mudik Gratis tersebut, biaya mudik ke kampung halaman tentu membebani karena mencapai ratusan ribu rupiah.
“Saya sudah tiga tahun berturut-turut mengikuti program mudik gratis dari Pemprov Jawa Tengah. Sangat membantu karena meringankan biaya mudik. Harapannya, semoga terus ada setiap tahun, karena sangat membantu perantau seperti kami,” ujar Widya.
Salah satu penyandang disabilitas, Agus, yang akan pulang mudik ke Terminal Tirtonadi, Solo mengaku senang bisa kembali mengikuti program mudik gratis, setelah sempat terhenti beberapa tahun akibat pandemi.
“Senang bisa ikut mudik. Info di radio itu benar, tidak bohong. Semoga tahun depan bisa mudik gratis lagi,” ujar Agus.
Hal senada disampaikan Sugiyanto, penyandang difabel lain yang akan mudik ke Boyolali.
Menurut Sugiyanto, sebagian besar peserta mudik berasal dari kalangan pekerja nonformal.
“Teman-teman difabel dan lansia terlayani dengan baik. Ada prioritas pendaftaran di Badan Penghubung,” kata Sugiyanto.
Humas Perkumpulan Masyarakat Batang, Mardiyono menyatakan, antusiasme masyarakat cukup tinggi setiap tahun.
Menurutnya, jumlah kuota bus sering kali belum mampu menampung seluruh peminat.
Olah karena itu, diharapkan ke depan jumlah armada bisa ditambah.
“Antusiasnya luar biasa. Banyak pekerja informal seperti penjahit, buruh, pedagang, hingga ibu rumah tangga yang ikut. Harapannya busnya bisa ditambah karena antreannya masih panjang,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Sugeng Afrianto dari Paguyuban Banjarnegara.
Ia menyebut, kenaikan harga tiket angkutan membuat minat masyarakat mengikuti mudik gratis semakin tinggi.
“Banyak pekerja seperti driver, ojek online, pedagang yang bisa memanfaatkannya. Semoga ke depan bisa ditambah lagi, karena peminatnya semakin banyak setiap tahunnya,” ucap Sugeng.
Sebagai informasi, Program Mudik Lebaran Gratis merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng kepada masyarakat. (Bud)















