Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah meluncurkan aplikasi digital “Si Dia Baik” Badan Amal Kasih Kristiani (Bakkris) Jateng di Semarang, belum lama ini.
Inovasi tersebut diluncurkan, untuk mewujudkan pengelolaan aksi sosial yang transparan dan akuntabel serta tepat sasaran.
Berdasarkan laporan panitia penyelenggara, dana amal yang terkumpul di Bakkris Jateng mencapai sekira Rp590 juta.
Dana yang terkumpul tersebut, disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial dan pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Satu di antaranya, bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Wagub Taj Yasin mengatakan hal itu merupakan suatu bentuk kepedulian, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat lain.
Gus Yasin menjelaskan, beberapa bulan yang lalu paguyuban umat Kristiani menemuinya untuk bicara bagaimana dapat mengumpulkan sebagian harta umat Kristiani yang ada di Jawa Tengah.
“Maka kemarin kawan-kawan umat Kristiani sepakat untuk membikin sebuah aplikasi tersendiri. Hari ini kita luncurkan aplikasi tersebut untuk melayani kawan-kawan ASN yang Kristiani di Pemprov. Ini untuk menyalurkan sebagian hartanya untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, khususnya yang Kristiani,” kata Gus Yasin.
Gus Yasin berharap, langkah yang dilakukan umat Kristiani juga dilakukan umat agama lain.
Tujuannya, untuk membantu kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Saling empati, bahwa kita harus sejahtera bersama. Itu yang harus kita upayakan,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Panitia acara peluncuran aplikasi “Si Dia Baik” dari Bakkris, Hanung Triyono menambahkan, aplikasi atau sistem digitalisasi Badan Amal Umat Kristiani ini adalah bukti dari akuntabilitas.
Termasuk, bentuk kepedulian dari ASN Pemprov Jateng di luar kegiatan persepuluhan yang sudah dilakukan oleh umat Kristen.
“Meskipun ini amal, tetapi harus kita lakukan dengan cermat, sehingga dana yang ada bisa kita optimalkan untuk masyarakat Jawa Tengah. Khususnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. (Bud)








