Seorang warga menunjukkan uang pecahan baru yang ditukar di mobil kas keliling.

Semarang, Idola 92,6 FM-Transformasi digital yang dilakukan Bank Indonesia melalui aplikasi PINTAR, tidak hanya menghadirkan kemudahan layanan penukaran uang, tetapi juga mendorong masyarakat untuk semakin melek teknologi.

Adi Sumaryono, warga Kebon Arum, Demak, mengaku proses pendaftaran dilakukan istrinya sejak pagi hingga sore hari sebelum berhasil mendapatkan jadwal.

“Memang dari pagi sampai jam empat sore baru bisa masuk. Tapi akhirnya dapat juga,” ujarnya saat ditemui di lokasi penukaran uang di Masjid Al Wali Semarang, Kamis (19/2).

Menurut Adi, sistem digital seperti ini membuat proses lebih terdata dan transparan.

Ia memilih paket penukaran Rp2,8 juta, untuk kebutuhan mudik ke Blora dan berbagi dengan keluarga.

Jana dari Temanggung, bahkan memanfaatkan momen berada di Semarang untuk sekaligus menukar uang.

Ia mencoba mendaftar melalui ponsel dan laptop hingga tiga kali, sebelum berhasil.

“Memang harus sabar klik-klik ulang. Tapi akhirnya bisa,” ucap Jana.

Jana menyebut, uang pecahan kecil yang ditukarnya akan dibagikan kepada anak-anak di kampungnya di Kecamatan Gemawang.

Sementara itu, Nurwulan dari Krapyak menilai penggunaan aplikasi memang “gampang-gampang susah”, terutama pada tahap online karena tingginya akses masyarakat di waktu bersamaan.

Namun ia mengakui sistem ini membuat penukaran lebih terjadwal dan tidak perlu antre lama di lokasi.

“Adaptasi digital membutuhkan proses, tetapi manfaatnya terasa dalam efisiensi layanan di lapangan. Dengan sistem berbasis aplikasi, distribusi uang baru menjadi lebih tertata, mengurangi kepadatan fisik serta memberikan kepastian jadwal bagi masyarakat,” kata Nurwulan.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Noor Nugroho menyatakan, masyarakat wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi berbasis web PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah) yang dapat diakses di laman pintar.bi.go.id sebelum datang ke lokasi penukaran.

“Penggunaan aplikasi PINTAR bertujuan untuk mengurangi kepadatan antrean dan memastikan distribusi uang lebih merata,” kata Nugroho.

Nugroho menjelaskan, pemesanan penukaran untuk wilayah Pulau Jawa dibuka mulai 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB hingga kuota periode pertama terpenuhi.

Selanjutnya, periode kedua dijadwalkan pada minggu keempat Februari 2026. (Bud)