Semarang, Idola 92,6 FM-Kesiapan operasionalisasi Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah, dinilai telah berada pada jalur yang solid, karena ditopang kelembagaan relatif kuat.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jateng Bayu Andy Prasetya mengatakan dari total 8.523 desa dan kelurahan di provinsi ini, seluruh Koperasi Merah Putih telah berbadan hukum. Hal itu disampaikan melalui siaran pers secara daring, kemarin.
Menurutnya, struktur pengurus dan pengawas koperasi juga telah terbentuk secara lengkap di seluruh unit, sehingga menjadi fondasi penting dalam mendukung tata kelola kelembagaan koperasi yang berkelanjutan.
“Dari sisi sumber daya manusia, penguatan kapasitas terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan. Hingga saat ini, pelatihan telah menjangkau 1.120 pendamping serta lebih dari 17 ribu pengurus koperasi. Upaya tersebut dinilai menjadi modal strategis dalam mendorong peningkatan pendapatan serta kemandirian ekonomi desa di Jawa Tengah,” kata Bayu.
Bayu menjelaskan, perkembangan sarana dan prasarana Koperasi Merah Putih menunjukkan tren yang menggembirakan.
Tercatat sebanyak 8.505 koperasi telah memiliki akun Simkopdes.
Selain itu, tersedia 7.019 gerai dengan 9.411 gerai aktif yang telah beroperasi di berbagai wilayah.
“Minat kemitraan juga terus meningkat. Hingga saat ini terdapat 527 permohonan kemitraan kepada BUMN dengan total 2.182 pengajuan kerja sama. Di sisi lain, pemetaan lahan dan gudang juga terus berjalan, di mana dari kebutuhan 4.368 titik, sebanyak 1.712 lokasi telah dinyatakan siap bangun,” jelasnya.
Menurut Bayu, capaian tersebut mencerminkan optimisme bahwa Koperasi Merah Putih di Jateng semakin siap menjadi simpul distribusi ekonomi daerah.
Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jateng berperan aktif melalui dukungan koordinasi kebijakan fiskal daerah, penguatan sinergi pusat dan daerah serta pendampingan analisis agar pengembangan koperasi selaras dengan arah pembangunan ekonomi regional. (Bud)







