Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026, sekaligus memberi kemudahan bagi masyarakat yang akan mudik lebaran. Total anggaran yang disiapkan untuk stimulus tersebut sebesar Rp 911,16 miliar. Dananya bersumber dari APBN maupun Non-APBN. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2). (Foto Dok. Bakom Pemerintah RI)

Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026, sekaligus memberi kemudahan bagi masyarakat yang akan mudik lebaran.

Total anggaran yang disiapkan untuk stimulus tersebut sebesar Rp 911,16 miliar. Dananya bersumber dari APBN maupun Non-APBN.

“Dalam rangka libur hari besar nasional (Idul Fitri), pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp 911,16 miliar berasal dari APBN mau pun Non-APBN,” kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).

Airlangga merinci, stimulus tersebut di antaranya untuk diskon tiket kereta api sebesar 30 persen khusus tanggal 14-29 Maret 2026. “Diskon 30 persen dari harga tiket, targetnya untuk 1,2 juta penumpang,” kata Airlangga.

Tarif angkutan laut juga didiskon. Tiket kapal PT Pelni (Persero) akan didiskon 30 persen untuk tanggal 11 Maret-5 April 2026. “Diskon tarif sebesar 30 persen dari tarif dasar dan targetnya 445 ribu penumpang,” ucap Airlangga.

Demikian pula angkutan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry akan mendiskon tarif jasa pelabuhan sebesar 100 persen tanggal 12-31 Maret 2026. “Targetnya adalah 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang,” Airlangga menjelaskan.

Selain itu, ada diskon tarif pesawat sebesar 17-18 persen untuk periode 14-29 Maret 2026. “Diskon angkutan udara untuk penerbangan kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri. Targetnya 3,3 juta penumpang,” ucapnya.

Untuk memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan mudik dan mengoptimalkan mobilitas masyarakat, pemerintah juga mendorong penerapan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. “Diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus untuk ASN dan juga untuk pekerja swasta,” papar Airlangga. (her/dav)