Wagub Taj Yasin saat meninjau banjir bandang di Pemalang.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah dinilai Komisi VIII DPR RI sigap dan responsif, dalam penanganan bencana yang terjadi.

Wagub Taj Yasin mengatakan Jateng memiliki tingkat risiko bencana kategori sedang, dengan setidaknya 14 potensi ancaman bencana. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, belum lama ini.

Menurut Gus Yasin, ancaman bencana di Jateng itu di antaranya adalah bencana hidrometeorologi atau geologi maupun non-alam.

Kondisi tersebut, membuat Jateng kerap disebut sebagai ‘supermarket kebencanaan’.

Gus Yasin menjelaskan, Pemprov Jateng dalam tiga tahun terakhir terus menaikkan anggaran penanggulangan bencana.

Dari Rp18,4 miliar pada 2024 menjadi Rp19 miliar pada 2025, dan di tahun ini mencapai Rp20,4 miliar.

“Nilai anggaran ini masih belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Misalnya penanganan longsor di satu titik di Kabupaten Kudus saja, membutuhkan anggaran hingga Rp10 miliar. Atau di Kabupaten Jepara serta wilayah Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan yang memerlukan biaya besar untuk pemulihan infrastruktur,” kata Gus Yasin.

Namun demikian, anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya memuji respons cepat Pemprov Jateng dalam menangani bencana hidrometeorologi.

“Saya menerima banyak laporan dari warga Jawa Tengah. Mereka menyampaikan apresiasi karena penanganan bencana dilakukan dengan sat-set dan gercep,” ujarnya. (Bud)