Talk show terkait Bank Indonesia terus memerkuat dukungannya terhadap agenda swasembada pangan nasional, melalui pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis Climate Smart Agriculture (CSA).

Semarang, Idola 92,6 FM-Bank Indonesia terus memerkuat dukungannya terhadap agenda swasembada pangan nasional, melalui pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis Climate Smart Agriculture (CSA).

Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia Kurniawan Agung mengatakan penerapan teknologi biochar, dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara bertahap dan berkelanjutan. Hal itu dikatakan dalam acara Peluncuran Buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis CSA-Biochar di Hotel Padma Semarang yang diselenggarakan Kantor Perwakilan BI Jateng, Senin (9/2).

Menurut Kurniawan, meski dampaknya tidak instan, manfaat biochar akan semakin optimal dari tahun ke tahun seiring perbaikan kualitas tanah dan efisiensi input produksi.

Hal ini menjadi solusi penting, di tengah tantangan penyusutan lahan pertanian dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

“Secara ekonomi, teknologi biochar sangat memungkinkan diterapkan langsung oleh kelompok tani di tingkat desa. Biochar dapat diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami padi, bonggol jagung hingga limbah organik lainnya. Model ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Kurniawan.

Kurniawan menjelaskan, adopsi biochar tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya pedoman yang komprehensif dan adaptif.

Oleh karena itu, sejak tahun lalu, Bank Indonesia bersama koperasi dan pelaku pertanian serta mitra terkait telah melakukan proyek percontohan (piloting) untuk menyusun model bisnis biochar yang dapat menjadi referensi pengembangan pertanian, termasuk di wilayah perbatasan.

“Pada tahun 2026, Bank Indonesia berencana memperluas penerapan model ini tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga ke sejumlah daerah lain. Uji coba dilakukan untuk memastikan penggunaan biochar mampu menghasilkan produk pertanian yang optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bahkan, BI juga memanfaatkan limbah uang kertas tidak layak edar sebagai bahan baku biochar setelah melalui uji laboratorium dan dinyatakan aman serta efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut Kurniawan menjelaskan, keterlibatan Bank Indonesia dalam sektor pertanian tidak terlepas dari tugas pokok Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk stabilitas harga pangan.

Sejumlah komoditas strategis seperti padi, cabai dan bawang merah kerap mengalami fluktuasi harga tajam antara musim panen dan masa paceklik yang berdampak langsung pada inflasi dan kesejahteraan masyarakat.

“Di satu sisi kebutuhan pangan terus meningkat, sementara lahan pertanian semakin terbatas karena alih fungsi. Maka salah satu upaya yang kami dorong adalah peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan pupuk yang lebih efisien serta berkelanjutan, termasuk biochar,” pungkasnya. (Bud)