Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah mengambil langkah cepat, terkait penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Jepara.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan bantuan logistik yang dibutuhkan warga terdampak bencana, sudah dikirimkan sejak Senin (12/1). Hal itu dikatakan saat meninjau lokasi bencana di Jepara, kemarin.
Menurut Luthfi, bencana yang dipandang parah ada di Desa Tempur, Jepara.
Longsor di Desa Tempur terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi, yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.
Dalam peristiwa ini, tercatat ada 23 titik longsor di sepanjang ruas jalan desa.
Luthfi menjelaskan, akibat bencana tersebut, hampir 3.600 kepala keluarga (KK) terdampak dan sempat terisolasi karena akses jalan terputus.
Selain itu, terdapat enam rumah rusak ringan, dan satu rumah rusak berat, serta dua unit usaha milik warga ikut terdampak.
“Tapi berkat kecepatan Basarnas, BPBD, relawan, termasuk TNI dan Polri, aksesnya bisa diterobos dengan jalan kendaraan roda dua. Dalam situasi krisis, kecepatan respons menjadi kunci agar dampak tidak semakin meluas. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses darurat,” kata Luthfi.
Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, penanganan bencana di Desa Tempur tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga harus disiapkan secara struktural dan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama adalah penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan.
“Terutama penanganan sungai. Rencananya di sebelah kanan akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan. Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi dengan dapur umum,” jelasnya.
Luthfi memastikan, kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi dan distribusi logistik dilakukan dengan kendaraan roda dua.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus mengawal penanganan longsor Desa Tempur hingga akses kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas secara aman,” pungkasnya. (Bud)













