Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa gerakan “gentengnisasi” yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bukan merupakan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari visi besar pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata melalui penataan lingkungan dan tata kota. Hal itu dikatakan Prasetyo di Istana Kepresidenan, Selasa (3/2). (Foto Dok. Bankom Pemerintah RI)

Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa gerakan “gentengnisasi” yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bukan merupakan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari visi besar pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata melalui penataan lingkungan dan tata kota.

Menurut Prasetyo, Presiden memandang pariwisata sebagai salah satu sektor strategis yang harus terus didorong, dengan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai kunci utama.

“Jadi pertama begini, semangatnya adalah kalau kita lihat secara utuh kan pertama Bapak Presiden berpendapat bahwa salah satu yang harus kita dorong adalah sektor pariwisata,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, dalam siaran pers Bankom Pemerintah RI, Selasa (3/2).

Dalam konteks tersebut, Mensesneg menyampaikan, Presiden memberikan perhatian khusus pada berbagai aspek kebersihan dan keindahan lingkungan yang selama ini masih menjadi tantangan di banyak daerah.

“Nah, di situ ada beberapa hal yang menjadi atensi beliau dalam hal keindahan, dalam hal kebersihan diantaranya adalah masalah penggunaan atap yang berbahan seng, termasuk yang berikutnya misalnya berkenaan dengan masalah sampah,” imbuhnya.

Prasetyo menuturkan, arah kebijakan tersebut telah disampaikan Presiden secara utuh dalam berbagai forum, termasuk dalam pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Ia menegaskan, inti dari gerakan tersebut merupakan ajakan Presiden kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperbaiki kualitas lingkungan.

“Beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan menggugah kita semua untuk mari kita menjadikan lingkungan kita itu jauh lebih bersih, jauh lebih rapi, jauh lebih indah,” ungkap Prasetyo.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan daya tarik wisata yang lebih kuat, khususnya bagi wisatawan mancanegara. Prasetyo kembali menegaskan bahwa gentengnisasi hanyalah salah satu bagian kecil dari agenda besar penataan lingkungan secara menyeluruh.

“Jadi bukan sekedar masalah Gentenisasi. Termasuk papan reklame, baliho-baliho, kemudian kabel-kabel yang mau disadari atau tidak disadari bahwa itulah yang kita hadapi sekarang,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kota agar kawasan perkotaan kembali tertata, indah, dan nyaman.

Terkait skema pelaksanaan, termasuk pendanaan dan teknis penggantian atap, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pembahasan lintas kementerian.

“Teknis sedang didiskusikan dengan beberapa lintas kementerian, sebenarnya ini juga bukan baru kemarin di forum rakornas tersebut Bapak Presiden menyampaikan karena dalam pertemuan-pertemuan informal, ini sudah didiskusikan beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan bahwa sejumlah kementerian telah diberikan tugas untuk menyiapkan solusi teknis guna mendukung implementasi program tersebut.

“Dan Beberapa Kementerian sudah diberi tugas misalnya bagaimana kita bisa menemukan penemuan2 atau teknologi-teknologi alat-alat untuk mencetak Gentengnya, manakala kita membutuhkan produksi Genteng dalam jumlah yang besar minta waktu sebentar dulu untuk di detailkan teknisnya,” tutupnya. (her/dav)