Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Kepala KPw BI Jateng Noor Nugroho saat meninjau kegiatan GPM di Kecamatan Semarang Barat.

Semarang, Idola 92,6 FM-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan, memerkuat upaya pengendalian harga pangan menjelang Idul Fitri melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program ini digelar, untuk memastikan masyarakat dapat memeroleh bahan pangan dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Noor Nugroho mengatakan GPM menjadi langkah konkret, untuk menjaga stabilitas harga sekaligus ketersediaan bahan pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Hal itu dikatakan di sela kegiatan GPM di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Jumat (6/3).

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, khususnya pada periode Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan permintaan,” kata Nugroho.

Nugroho menjelaskan, pengendalian inflasi pangan dilakukan melalui sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Berbagai langkah ditempuh melalui strategi 4K, yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Menurut Nugroho, guna menjaga keterjangkauan harga, pemerintah dan Bank Indonesia secara rutin menggelar GPM dan operasi pasar serta intervensi harga yang tepat sasaran.

Langkah ini diharapkan, mampu menahan kenaikan harga komoditas pangan yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.

“Pemerintah memastikan, distribusi pangan tetap lancar agar tidak terjadi hambatan pasokan saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang arus mudik. Kami juga mengimbau masyarakat, untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying,” jelasnya.

Lebih lanjut Nugroho menjelaskan, pasokan pangan di Jateng saat ini dalam kondisi cukup dan terus dijaga pemerintah bersama berbagai pihak.

“Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, Bank Indonesia optimistis stabilitas harga pangan di Jawa Tengah dapat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan lebih tenang,” pungkasnya. (Bud)