Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga membawa perubahan pada semangat belajar dan kehadiran siswa di sekolah. (Foto Dok. Bakom RI)

Ogan Komering Ilir, Idola 92.6 FM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga membawa perubahan pada semangat belajar dan kehadiran siswa di sekolah.

Tenaga pendidik di PAUD Harapan Bunda 2, Siti Ahlada, mengatakan sejak program MBG berjalan, anak-anak terlihat lebih antusias datang ke sekolah. Jika sebelumnya beberapa anak sering tidak masuk, kini kehadiran mereka meningkat.

“Lebih semangat lagi. Biasanya kan kalau tiap harinya ada yang tiga, empat, atau lima anak enggak sekolah. Semenjak ada MBG lumayan aktif anak, gitu Mbak. Jadi belajarnya semangat,” ujarnya di lingkungan PAUD Harapan Bunda 2, Mesuji Makmur, OKI, Sumatera Selatan, Rabu (4/3).

Menurutnya, perubahan juga terlihat dalam proses belajar di kelas. Anak-anak yang sebelumnya terlihat lemas atau kurang bersemangat kini lebih aktif mengikuti kegiatan belajar. “Biasanya kalau anak lemes, malas, semenjak ada MBG jadi semangat belajarnya,” tambahnya.

Antusiasme anak-anak juga terlihat saat menunggu pembagian makanan. Mereka kerap menceritakan menu yang didapat kepada guru maupun orang tua. “Bunda, aku dapat ayam, Bunda,” kata Siti menirukan cerita anak-anak yang gembira mendapatkan lauk dari MBG.

Selain meningkatkan semangat belajar, menu MBG juga dinilai membantu pemenuhan gizi anak. Menurut para pendidik, makanan yang diberikan cukup lengkap karena biasanya terdiri dari sayur, lauk, dan buah.

“Kalau sudah ada MBG, makanannya terjamin dari gizinya. Pokoknya komplit lah di MBG itu. Kalau orang tua kan nggak mesti bisa kita nyiapin buahnya, sayurnya, lauknya, kan enggak seperti itu. Kalau di MBG itu komplit, ada sayur, lauk, sama buahnya. Pasti ada tiap harinya itu,” kata Siti.

Ia menilai tidak semua orang tua mampu menyiapkan menu dengan komposisi gizi lengkap setiap hari di rumah. Karena itu, kehadiran MBG dinilai sangat membantu.

Orang tua murid juga merasakan manfaat serupa. Selain memastikan anak mendapatkan makanan yang lebih teratur di sekolah, program ini turut membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Salah satu orang tua murid bahkan mengaku uang yang sebelumnya digunakan untuk jajan anak kini bisa ditabung dan digunakan untuk membeli bahan makanan di rumah.

“Saya hitung ya, setelah ada MBG, alhamdulillah sangat membantu perekonomian keluarga saya,” ujar Yuli, orangtua dari siswi PAUD Titania Mei Diandra.

Dengan kombinasi menu bergizi dan respons positif dari anak-anak, para guru berharap program MBG dapat terus berjalan dan semakin baik ke depannya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak anak dan keluarga. (her/dav)