Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah mendorong percepatan pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), sebagai solusi konkret penanganan sampah sekaligus sumber energi terbarukan di wilayahnya.
Langkah tersebut, menjadi upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang menjadi atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Wagub Taj Yasin menekankan pentingnya peran sektor industri, dalam menyerap sampah hasil olahan dari kabupaten/kota. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Gus Yasin menjelaskan, tantangan utama saat ini adalah sinkronisasi kesiapan antara pihak industri dan pemerintah kabupaten/kota dalam mengolah sampah menjadi bahan bakar yang sesuai standar industri.
“Pemanfaatan sampah sebagai substitusi bahan bakar fosil bukan sekadar mengejar target administratif, melainkan bagian dari komitmen besar bagi semua perusahaan dalam menurunkan emisi karbondioksida,” kata Gus Yasin.
Terpisah, Direktur Utama Semen Gresik Gatot Mardiana menyatakan, pihaknya tengah berupaya memercepat kesiapan infrastruktur untuk menyerap RDF.
Saat ini, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan enam kabupaten/kota di Jateng dengan Kabupaten Rembang sebagai proyek percontohan yang paling progresif.
“Secara teknis kami sudah siap. Untuk wilayah Rembang, jika tidak ada kendala, produksi akan dimulai pada April 2026 dan ditargetkan mulai masuk ke pasar pada awal 2027,” ucapnya. (Bud)









