Wagub Taj Yasin saat berdialog dengan warga Kabupaten Tegal yang berada di pengungsian.

Semarang, Idola 92,6 FM-Warga terdampak bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal yang difungsikan di Pondok Pesantren Al Adalah 2 dan di posko pengungsian di Padasari, dalam keadaan sehat.

Warga terdampak masih menunggu pembangunan hunian sementara (huntara), yang dijanjikan pemerintah.

Wagub Taj Yasin mengatakan pemerintah memastikan kondisi para pengungsi tetap aman, dalam keadaan yang sehat serta bantuan untuk meringankan beban warga telah disalurkan. Hal itu dikatakan saat berkunjung ke Kabupaten Tegal, belum lama ini.

Gus Yasin menjelaskan, walaupun kondisi pengungsi sehat, namun ia meminta agar proses pembangunan huntara dipercepat.

Mengingat, warga sudah merasa cukup lama tinggal di pengungsian.

“Yang membuat tak nyaman karena bukan rumah sendiri, dan sampai kapan (di pengungsian). Maka yang kita butuhkan percepatan huntaranya,” kata Gus Yasin.

Menurut Gus Yasin, untuk kebutuhan huntara, dibutuhkan 900 rumah.

Saat ini, sudah dibangun 550 rumah dan masih membutuhkan lahan sisanya sekira 350 rumah.

“Ini yang harus kita kawal, nanti kita carikan solusinya. Di sini sebenarnya lahan luas, cuma masih belum direkomendasikan oleh BMKG dan ESDM, karena tanahnya sebagian masih labil. Sehingga kita benar-benar memastikan tanah yang pas,” jelasnya.

Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, karena memasuki Ramadan, semua pengungsi yang muslim harus tetap menjalankan ibadah.

Biro Kesra Provinsi Jateng telah diinstruksikan, untuk menyediakan tempat ibadah dan musala yang layak. (Bud)