Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah segera menindaklanjuti aktivitas penambangan pasir di Dusun Blembeng, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, yang dilaporkan merusak lingkungan.
Warga melaporkan, bencana banjir lumpur berulang kali melanda wilayah tersebut.
Wagub Taj Yasin mengatakan apabila memang terbukti mengganggu, maka akan segera dihentikan sementara sembari berkoordinasi dengan pihak perizinan. Hal itu dikatakan saat berkunjung ke Banyumas, kemarin.
Gus Yasin menjelaskan, pihaknya tidak akan berkompromi dengan aktivitas tambang yang membahayakan nyawa dan ekosistem.
“Saya setuju (ditutup), kalau ada tambang-tambang yang memang membahayakan. Segera kita datangkan tim ke sana agar aktivitasnya paling tidak berhenti dulu,” kata Gus Yasin.
Menurut Gus Yasin, Pemprov Jateng telah mengambil langkah cepat dan tegas terhadap isu aktivitas penambangan di kawasan lereng Gunung Slamet.
Selain menghentikan sementara operasional tambang, pemprov juga melakukan pengawasan dan penegakan aturan sesuai kewenangan.
Sebelumnya, seorang warga bernama Rasiwen, menyebutkan kegelisahannya karena wilayahnya sering terjadi banjir lumpur.
Posisi geografis Kecamatan Sumbang yang berada tepat di lereng gunung, membuat warga rentan terhadap bencana yang lebih besar.
Menurutnya, aktivitas tambang di wilayah hulu dinilai menjadi bom waktu yang bisa memicu banjir bandang dan tanah longsor.
“Ikan-ikan di kolam pada mati semua karena keracunan lumpur pekat. Kami menduga ini akibat adanya penambahan aktivitas pasir di Dusun Blembeng, Gandatapa,” ujarnya. (Bud)













