Seorang pembeli memanfaatkan kegiatan Gerakan Pangan Murah membeli cabai dengan harga terjangkau.

Semarang, Idola 92,6 FM-Kenaikan harga cabai di beberapa daerah di Jawa Tengah, sempat menembus hampir Rp100 ribu per kilogram.

Pemprov meminta kabupaten/kota di Jateng, untuk segera melakukan langkah stabilisasi harga melalui operasi pasar dan intervensi distribusi.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan kenaikan harga cabai sempat terjadi di beberapa pasar, salah satunya di Kabupaten Sragen. Hal itu dikatakan saat membuka Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Semarang Barat, Jumat (6/3).

“Saya kemarin ke pasar di Sragen, harga cabai sudah mendekati Rp100.000 per kilogram. Padahal Jawa Tengah memiliki sekitar 10 kabupaten penghasil cabai, seperti Magelang dan Temanggung,” kata Luthfi.

Luthfi menilai, kondisi tersebut perlu segera ditangani, agar harga komoditas tetap terjangkau bagi masyarakat.

Terutama, menjelang Idul Fitri saat permintaan bahan pangan meningkat.

Menurut Luthfi, sebagai langkah pengendalian harga, pemprov bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng serta pemkab/pemkot menggelar ratusan kegiatan operasi pasar.

Hingga saat ini, tercatat ratusan kegiatan stabilisasi harga telah dilaksanakan di berbagai daerah.

“Melalui upaya ini, harga cabai mulai menunjukkan penurunan. Harga cabai yang sebelumnya mendekati Rp100 ribu per kilogram, kini telah turun ke kisaran sekitar Rp70.000 per kilogram. Operasi pasar akan terus dilakukan agar harga tetap terkendali dan masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok,” jelasnya.

Lebih lanjut Luthfi menegaskan, pengendalian harga pangan harus memastikan dua hal sekaligus.

Yakni ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap tidak terjadi kepanikan masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan. (Bud)