Semarang, Idola 92.6 FM-Dalam beberapa waktu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja yang sangat impresif. Bahkan, IHSG tercatat sudah tiga kali memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Rekor ini dimulai pada pertengahan Agustus 2025, saat IHSG pertama kali menembus level 8.000. Tren penguatan terus berlanjut hingga awal tahun 2026. Pada awal Januari lalu, IHSG menyentuh level psikologis 9.000, dan hari ini kembali mencetak rekor baru di kisaran 9.095.

Capaian ini kerap dibaca sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah ekonom menilai, pasar merespons positif koordinasi kebijakan pemerintah dan bank sentral, serta kesiapan pemerintah menjalankan program-program prioritas.

Namun di sisi lain, euforia pasar tentu perlu dibaca dengan lebih hati-hati. Faktor global, potensi aksi ambil untung hingga tantangan struktural ekonomi domestik tetap menjadi catatan penting.

Lantas, apa sebenarnya faktor pendorong utama reli IHSG saat ini? Sejauh mana kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia? Faktor global apa yang perlu diwaspadai ke depan? Dan yang tak kalah penting/ paket kebijakan ekonomi seperti apa yang perlu diteruskan atau bahkan ditambahkan untuk memperkuat ekonomi dalam negeri?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber: Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian dan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman. (her/yes/dav)

Simak podcast diskusinya: