Semarang, Idola 92,6 FM-Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah, masih menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan investasinya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari mengatakan kawasan industri merupakan magnet investasi di daerah-daerah, karena menawarkan kenyamanan fasilitas bagi pelaku usaha yang sudah disediakan pengelola kawasan industri. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Sakina menjelaskan, berdasarkan pendataan hingga akhir 2025, terdapat 109 perusahaan di KEK Kendal dan 48 perusahaan di KEK Indutropilolis Batang serta 47 perusahaan Kawasan Industri Candi Semarang.
Selain itu juga ada 31 perusahaan di Kawasan Industri Terboyo Semarang, 24 perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, 17 perusahaan di Bukit Semarang Baru (BSB) Industrial Park, 12 perusahaan di Jateng Land Park Sayung Demak dan lima perusahaan di Batang Industrial Park serta tiga perusahaan kawasan lainnya (Kawasan Industri Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang).
“Kawasan ekonomi hanya tersebar di empat kabupaten/kota, yaitu Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang. Sementara daerah lain adalah kawasan peruntukan industri. Harapannya ada lebih banyak lagi kawasan industri yang tumbuh di Jawa Tengah,” kata Sakina.
Menurut Sakina, pemprov mengajak 31 kabupaten/kota lain di Jateng yang masih memiliki kawasan peruntukan industri untuk diajukan menjadi kawasan industri.
Diakui, kawasan pantura memiliki magnet bagi investor dikarenakan ada akses jalan tol dan di kawasan tengah serta selatan Jateng juga potensial untuk menjadi kawasan peruntukan industri.
“Kawasan tengah dan selatan juga potensial untuk didorong menjadi kawasan melalui investment project to ready offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada calon investor, salah satunya melalui investment challenge oleh Bank Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut Sakina menjelaskan, pada tahun kemarin sudah ada 17 proposal dari 13 kabupaten/kota yang mengajukan investment challenge.
Penyelenggaraan investment challenge didukung Bank Indonesia, sehingga menjadi IPRO dan siap ditawarkan dengan berbagai analisa, baik ekonomi, sosial dan potensi industri.
Berdasarkan rilis dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jateng terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. (Bud)














