
Karanganyar, Idola 92.6 FM-Uang tunjangan hari raya (THR) selalu didambakan setiap insan yang bekerja dari manajemennya. Nah, uniknya, di sebuah desa di Kabupaten Karanganyar, pemerintah desanya memberikan THR pada warga melalui Kepala Keluarga (KK)-nya.
Desa itu adalah Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Tercatat, pada Senin, 2 Maret 2026, sebanyak 1.446 KK di desa Berjo baru saja menerima kucuran THR tunai dengan nominal 500 ribu per KK. Program bertajuk “Sejahtera Wargane Gawe Tresno Desane” ini menghabiskan total anggaran hingga Rp 723 juta dari kantong pendapatan desa.
Bagi-bagi THR ini bukan sekadar bantuan sesaat melainkan bagian dari visi besar desa sejak tiga tahun yang lalu. Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus Pemerintah Desa Berjo saat ini yaitu: Semua Bisa Sarjana (Pendidikan), Semua Bisa Sehat (Kesehatan), dan Semua Bisa Sejahtera (Sosial & Ekonomi).

Menurut Ketua Tim Percepatan Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo, meski program unggulan dicanangkan sejak tiga tahun yang lalu, tapi untuk pemberian THR baru berjalan dua tahun terakhir. Uang THR bersumber dari pendapatan asli desa.
“Kami mendapatkan asli desa PAD. Kita memanfaatkan potensi yang ada di desa (obyek wisata, red). Seperti obyek wisata Jumog dan telaga Madirda. Tahun 2026-omset 11,8 miliar, kalau laba bersih 8 miliar,”tutur Wahyu kepada radio Idola Semarang, pagi (9/3) tadi.
Wahyu menambahkan, ada dua unit yang dikelola oleh Desa Berjo yakni unit wisata dan simpan pinjam.

Sementara program Semua Bisa Sarjana sudah dimulai sejak tiga tahun yang lalu. Program ini hadir dari hasil survei yang dilakukan oleh tim Desa Berjo. Masing-masing warga yang berstatus mahasiswa, mendapat bantuan biaya Rp2,5 juta per semester. Pelajar SMA dapat beasiswa Rp1 Juta, dan pelajar SMP Rp500 ribu per tahun.
“Tahun 2025—total 900 juta untuk beasiswa. Kami percaya investasi yang tak pernah rugi adalah di pendidikan,”tambah Wahyu.
Tak berhenti di situ, urusan nyawa pun dijamin lewat program Semua Bisa Sehat. Tercatat ada 624 layanan mobilisasi kesehatan gratis sepanjang tahun 2025. Warga bisa mengakses ambulans dan mobil siaga 24 jam penuh hasil kolaborasi dengan Relawan Bersatu dan Puskesmas Ngargoyoso.
Selain THR, dana juga disalurkan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu per tahun bagi 275 keluarga rentan, lansia, dan yatim. Di sisi lain, pembangunan fisik tetap digenjot dengan realisasi infrastruktur di 50 titik desa, mulai dari pengaspalan jalan hingga irigasi sawah.
Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Ketua Tim Percepatan Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo.(yes/her)
Simak podcast wawancaranya:








