
Jakarta, Idola 92.6 FM-Tokoh muslim Jusuf Hamka atau Baba Alun mendukung keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Menurutnya, langkah itu sebagai bentuk dukungan kuat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.
Keputusan Indonesia masuk BoP, lanjut dia, merupakan penegasan jika perdamaian harus di atas segalanya. Menurut dia, bergabungnya Indonesia di sana merupakan buah dari kecerdasan Presiden RI Prabowo Subianto dalam berdiplomasi.
“Beliau ini ahli strategi. Bekas Danjen Kopassus (Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus), bekas Pangkostrad (Panglima Komando Strategis Angkatan Darat),” kata Hamka, seusai agenda pertemuan Prabowo dengan para tokoh ormas Islam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).
Prabowo menjelaskan secara gamblang kepada para tokoh Islam mengenai alasan bergabungnya Indonesia di BoP. Dari penjelasan itu, para tokoh Islam mengerti keputusan yang diambil Indonesia.
Salah satu contoh konkret dari keputusan Indonesia ini, kata Hamka, kini bahan makanan yang diangkut 4.500 truk sudah bisa masuk ke Palestina. Menurutnya, mengusahakan perdamaian juga butuh strategi, tidak bisa hitam putih.
“Kan damai itu nggak bisa yang satu diinjak, yang satu diangkat. Dua-duanya harus dihormati. Nah, dalam hal ini ya, menurut saya, kita harus husnuzan (berprasangka baik), jangan suuzan sama pemerintah. Biarkan pemerintah menjalankan strateginya, karena di situ (BoP) juga banyak, ada beberapa negara Islam kan,” kata dia.
Keanggotaan di Dewan Perdamaian ini, lanjut dia, membuat Indonesia bisa sejajar di dunia internasional. Status keanggotaan ini juga memungkinkan Indonesia untuk bisa berperan aktif mengawasi proses perdamaian.
“Ya, ibarat kalau saya nggak kenal atau saya jauh, mau ngomong apa-apa nggak enak. Kalau kalian di sebelah saya, kiri kanan, kalau ada perbuatan nggak enak, kan saya tinggal sikut saja,” katanya memberi amsal.
Terkait iuran, kata Hamka, Prabowo juga menjelaskan bahwa uang yang dikeluarkan tidak lain untuk kebutuhan Palestina. Uang itu untuk pembangunan. Artinya, Indonesia tidak sekadar berkoar Palestina harus merdeka, tapi melakukan langkah konkret.
Dari penjelasan ini, kata dia, para tokoh Islam memahaminya. Bahkan, beberapa tokoh langsung mengucapkan takbir, “Allahu akbar,” tiru Hamka. (her/dav)








