Semarang, Idola 92,6 FM-KAI Daop 4 Semarang menyebut, genangan air yang sebelumnya terjadi pada jalur kereta api petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi saat ini telah surut dan ketinggian air di bawah kepala rel.
Saat ini, jalur kereta api di lokasi terdampak sudah dapat dilewati perjalanan KA dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam disertai pengawasan intensif petugas prasarana di lapangan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan pihaknya memfokuskan seluruh upaya pada percepatan normalisasi jalur KA, guna memastikan kondisi lintasan kembali aman dan andal untuk dilalui perjalanan kereta api. Hal itu dikatakan melalui siaran pers secara daring, kemarin.
Luqman menjelaskan, setelah genangan surut, petugas prasarana langsung melakukan berbagai langkah teknis untuk memerbaiki geometri rel atau mengembalikan posisi rel agar sesuai standar teknis baik dari sisi ketinggian, kelurusan dan kemiringan serta kestabilan.
“Pasca surutnya genangan air, fokus kami saat ini adalah percepatan normalisasi jalur KA agar dapat kembali beroperasi secara optimal dan aman. Untuk saat ini, jalur sudah dapat dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam. Kami berharap seluruh upaya ini dapat segera mengembalikan perjalanan KA seperti sedia kala,” kata Luqman.
Menurut Luqman, sejak terjadinya gangguan akibat genangan air pada 16 Januari hingga 19 Januari 2026, tercatat ada 108 perjalanan KA terpaksa dibatalkan serta 31 perjalanan KA melakukan pengalihan rute (memutar) dan mengalami kelambatan.
Setidaknya, ada 10.985 pelanggan terdampak yang melakukan pembatalan tiket.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen untuk terus mempercepat proses normalisasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” pungkasnya. (Bud)














