Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah terus memerkuat inovasi di sektor perumahan, lewat aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan (Simperum).
Aplikasi milik Pemprov Jateng, menjadi salah satu inovasi yang efektif dalam penanganan backlog perumahan lewat data yang valid.
Kepala BP3KP Jawa III Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Aldino Herupriawan mengatakan integrasi Simperum dipandang membantu pemerintah pusat, dalam memeroleh satu data perumahan yang valid dan selalu terbarui. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Menurut Aldino, kerja sama tersebut untuk menyinergikan data perumahan, khususnya rumah tidak layak huni (RTLH) dan backlog kepemilikan rumah guna mendukung percepatan program nasional Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta target program tiga juta rumah.
“Kerja sama ini sudah lama kami agendakan. Akses terhadap Simperum sangat membantu kami, khususnya dalam penggunaan data RTLH dan backlog kepemilikan rumah. Data ini menjadi kebutuhan utama dalam program BSPS,” kata Aldino.
Aldino menjelaskan, aplikasi Simperum memungkinkan proses verifikasi dan validasi data masyarakat secara lebih cepat dan bahkan hingga data kependudukan.
Hal itu menjadi keunggulan dibandingkan sistem sebelumnya, yang masih terpisah-pisah antardaerah.
“Datanya dinamis dan selalu diperbarui. Kita bisa langsung mengetahui berapa backlog kepemilikan dan RTLH di Jawa Tengah, tanpa harus satu per satu meminta ke kabupaten/ kota,” jelasnya.
Lebih lanjut Aldino menjelaskan, Jateng menjadi salah satu provinsi dengan database perumahan paling lengkap dan inovatif di tingkat nasional.
“Jawa Tengah termasuk provinsi yang datanya paling update dan inovatif. Ini sudah dikenal secara nasional, dan sangat membantu kami di pusat,” pungkasnya. (Bud)









