Semarang, Idola 92,6 FM-Cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC), menjadi pilar penting bagi Pemkot Semarang dalam mewujudkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tanpa terkecuali.
UHC memberikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan berkelanjutan tanpa hambatan finansial.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Sari Quratul Ainy mengatakan hingga Januari 2026, capaian UHC di Kota Semarang mencapai 99,87 persen dengan tingkat keaktifan mencapai 86,36 persen. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, Senin (26/1).
Menurut Sari, hal ini tidak lepas dari sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemkot Semarang dalam mewujudkan sistem UHC bagi masyarakat.
Sari menjelaskan, komitmen pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam mendukung perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan mewujudkan sistem UHC yang dilaksanakan dengan mekanisme pembiayaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami akan terus mendorong cakupan UHC ini khususnya tingkat keaktifan peserta JKN, tentunya bersama dengan pemerintah daerah untuk memastikan perlindungan jaminan kesehatan yang tepat sasaran kepada seluruh masyarakat Kota Semarang, terutama masyarakat kurang mampu,” kata Sari.
Lebih lanjut Sari berharap, sinergi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah serta fasilitas kesehatan dapat terus diperkuat, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Semarang dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Salah satu masyarakat Kota Semarang dan juga peserta JKN, Adelina Puspitasari yang tengah menjalani perawatan talasemia sejak berusia sembilan tahun mengaku terbantu adanya program dari BPJS Kesehatan.
Terdaftar sebagai peserta UHC, membuatnya lega dan tak perlu pusing tentang hambatan biaya.
“Tentunya saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan. Program UHC ini sangat berperan bagi saya. Saya berharap kedepannya program ini dapat terus membantu banyak orang,” ujarnya. (Bud)














