Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Guna menjaga kondusivitas wilayah, Pemprov Jawa Tengah meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas aksi premanisme yang dilakukan siapapun, termasuk debt collector (DC).

Gubernur Ahmad Luthfi menanggapi insiden aksi penghadangan mobil yang dilakukan oknum DC di Semarang beberapa hari kemarin dan menjadi viral, harus menjadi perhatian serius. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantornya, kemarin.

“Penegakan hukum itu perlu untuk memberikan efek jera, agar kenyamanan dan keamanan di wilayah kita bisa terjamin, termasuk di titik-titik yang kemarin sempat terjadi persoalan,” kata Luthfi.

Menurut Luthfi, penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera dan menjaga rasa aman masyarakat.

Luthfi menekankan, Jateng harus mampu menghadirkan rasa aman dan kepastian hukum, karena hal tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas sosial dan iklim investasi.

“Kalau aspek penegakan hukum terpenuhi dan wilayahnya aman dari premanisme, tentu akan menarik,” jelasnya.

Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, praktik intimidasi atau tindakan melawan hukum dalam penagihan utang tidak boleh dibiarkan berkembang.

“Premanisme dan tindakan-tindakan yang meresahkan harus kita hilangkan. Wilayah kita harus aman dan nyaman,” pungkasnya. (Bud)