Gubernur Ahmad Luthfi meninjau tanggul Sungai Bremi di Pekalongan yang jebol.

Semarang, Idola 92,6 FM-Berdasarkan pantauan di lapangan, tanggul Sungai Bremi jebol sepanjang kurang lebih 15-20 meter akibat debit air Sungai Bremi yang tinggi pascahujan deras yang mengguyur wilayah kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Dampaknya, luapan air merendam wilayah persawahan di Pasirsari Kota Pekalongan dan Tegaldowo di Kabupaten Pekalongan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan penanganan terkait tanggul darurat sudah dilakukan BPBD Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, dibantu TNI/Polri serta BPBD Provinsi Jateng.

Penanganan yang dilakukan meliputi pemasangan trucuk kayu dan sandbag, serta pemompaan air yang mulai masuk ke permukiman menggunakan pipa air.

Luthfi menjelaskan, bencana di daerah tersebut berada di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

Menurut Luthfi, selain penanganan tanggul, pemerintah juga akan melakukan normalisasi Sungai Bremi, namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap.

Selain pengerjaan tersebut, ada beberapa pekerjaan yang juga akan dilakukan secara kolaboratif antara Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan, yakni perbaikan ruas jalan Randujajar.

“Penanganan ini sebagai bentuk negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat, khususnya terkait banjir di Pekalongan,” ucap Luthfi.

Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, untuk meringankan beban warga terdampak, pemprov menyerahkan bantuan senilai total Rp134.905.150.

Terbagi atas bantuan logistik makanan dan non makanan, beras, obat-obatan serta perlengkapan sekolah. (Bud)