Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah menyiapkan gerakan bersih-bersih sampah, mulai dari lingkup terkecil.

Yakni, sebagai salah satu upaya dan tindak lanjut untuk menumbuhkan kembali kesadaran lingkungan dan penataan pengelolaan sampah.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan gerakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), yang digagas pemerintah pusat untuk menciptakan Indonesia bersih dari sampah dan zero sampah pada 2029 mendatang. Hal itu disampaikan saat ditemui di Semarang, kemarin.

“Saya ulangi. Sampah, sampah, sampah. Bapak Presiden sangat komitmen (tentang sampah). Jadi sampah harus segera dieksekusi,” kata Luthfi.

Menurut Luthfi, gerakan tersebut ada yang sifatnya rutinitas dan ada yang gradualitas.

Rutinitas dapat berupa gerakan bersih-bersih sampah di lingkungan, atau kantor masing-masing, misalnya dua hari dalam sepekan.

“Kita ajak Polda, Kejaksaan, Kodam, dan seluruh instansi. Kita turun bersama cari sampah. Bisa seminggu sekali, sehingga getaran efeknya dirasakan untuk kita dan sekaligus mendidik masyarakat untuk bersih-bersih dari sampah,” jelasnya.

Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, sejumlah kabupaten/kota di Jateng juga sudah banyak yang melakukan inovasi dalam pengelolaan sampahnya.

Pengolahan sampah terpadu regional tersebut untuk pengolahan di atas seribu ton per hari.

“Ini harus cepat karena persoalan sampah sudah menjadi proyek vital nasional,” pungkasnya. (Bud)