
Semarang, Idola 92,6 FM-Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pengendalian harga pangan menjelang Idul Fitri 2026, menjadi perhatian utama bagi seluruh kepala daerah di wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan saat berada di Semarang, kemarin.
Luthfi meminta, agar jangan sampai ada kenaikan harga pangan akibat distribusi tersendat maupun permainan pasar.
“Tidak boleh ada sumbatan distribusi, tidak boleh ada permainan harga. BUMD harus hadir,” kata Luthfi.
Menurut Luthfi, kebutuhan masyarakat akan meningkat menjelang Idul Fitri.
Oleh karena itu, pengendalian harga harus dilakukan, terutama untuk komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, beras dan minyak goreng.
“Kebutuhan masyarakat meningkat, maka potensi kenaikan harga juga meningkat. Itu harus dikendalikan oleh para bupati dan wali kota di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Luthfi juga meminta setiap kabupaten/kota memasang papan pantau harga komoditas di pasar-pasar besar atau induk yang rutin diperbarui, agar masyarakat dapat memantau langsung perkembangan harga.
“Dashboard harga itu harus ada di pasar dan terus di-update. Biar masyarakat tahu, transparan, dan tidak ada permainan harga. Itu tanggung jawab pemerintah setempat,” pungkasnya. (Bud)













