Gubernur Ahmad Luthfi dan Sekda Sumarno bersama warga membersihkan sampah di Pantai Jodo, Kabupaten Batang.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemprov Jawa Tengah mencanangkan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah), melalui aksi bersama bersih-bersih sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin.

Kegiatan yang melibatkan lebih dari seribu orang itu, bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan persoalan sampah di Jateng sudah masuk kategori darurat, sehingga membutuhkan langkah konkret.

“Sampah di Jawa Tengah hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” kata Luthfi.

Luthfi menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Indonesia menuju zero waste pada 2029 mendatang.

Oleh karenanya, Gerakan Jateng ASRI harus menjadi gerakan nyata.

“Saya minta seluruh bupati dan wali kota segera menyerahkan data konkret penanganan sampah di wilayahnya. Besok akan saya bawa dalam rapat di tingkat pusat,” jelasnya.

Menurut Luthfi, selain persoalan sampah, menjaga garis pantai Jateng yang mencapai sekitar 920 kilometer juga tak kalah penting.

Program penghijauan pesisir dan Gerakan Mageri Segoro, harus kembali digencarkan di 17 kabupaten/kota yang memiliki garis pantai.

“Penanaman mangrove dan tanaman pesisir sebagai langkah preventif, untuk mencegah abrasi dan bencana lingkungan. Pada Desember 2025 kemarin, penanaman hampir mencapai dua juta bibit dan diharapkan terus ditingkatkan pada tahun ini,” pungkasnya. (Bud)