Semarang, Idola 92.6 FM-Dalam beberapa waktu terakhir, kita ramai mendengar istilah Super Flu.Istilah ini muncul seiring meningkatnya kasus influenza di berbagai wilayah termasuk Indonesia. Merujuk Kompas.id (01/01), data menunjukkan, pada akhir tahun 2025, kasus influenza mengalami kenaikan hingga sekitar 38 persen.
Meski sangat menular, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa tingkat keparahan Super Flu ini masih serupa dengan flu musiman dan situasi di Indonesia relatif terkendali. Namun demikian, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama karena dipicu oleh kombinasi perubahan musim hujan, suhu yang lebih dingin, serta polusi udara yang mempercepat penularan infeksi saluran pernapasan.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi pihak yang paling berisiko mengalami komplikasi serius mulai dari pneumonia hingga gangguan organ. Karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting, mulai dari menjaga gaya hidup sehat, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga vaksinasi influenza yang dianjurkan dilakukan setiap satu tahun sekali.
Lalu, memahami super flu; apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah superflu? Mengapa kasus penularan influenza meningkat drastis belakangan ini? Mengapa gejala flu saat ini terasa lebih lama untuk sembuh? Bagaimana langkah efektif untuk mencegah dan menangani superflu?
Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber: dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) (Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI))) dan dr. Mochamad Abdul Hakam (Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang). (her/yes/dav)
Simak podcast diskusinya:








