Surabaya, Idola 92.6 FM-Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya baru-baru ini berinovasi membuat robot anjing otonom RoboDog. RoboDog dapat diperintah dari Barcelona Spanyol.
Inovasi robot anjing otonom ini menjadi bukti kapasitas Indonesia dalam pengembangan robotika dan artificial intelligence (AI) berbasis jaringan 5G dengan latensi ultra-rendah.
Pembimbing tim robotika ITS Surabaya, Muhtadin S.T., M.T menyampaikan, ITS sudah lama berkecimpung dalam bidang robot. Sedangkan robot anjing bukan buatan ITS tapi dari China. Setelahnya dieksplor untuk ditingkatkan kecerdasannya menggunakan artificial intelligence (AI) berbasis jaringan 5G dengan latensi ultra-rendah.

Demonstrasi teknologi tersebut dilakukan di AI-RAN Research Center Surabaya baru-baru ini, dan melibatkan kolaborasi strategis antara ITS, Indosat Ooredoo Hutchison, Nokia dan NVIDIA.
Muhtadin mengatakan, ia dan tim melakukan riset selama dua tahun. Dan melibatkan 10 mahasiswa. Tapi khusus proyek ini, melibatkan 4 mahasiswa.
Kolaborasi empat institusi ini menjadi fondasi lahirnya teknologi robotik canggih yang mampu dikendalikan dari jarak ribuan kilometer secara real-time.

“Sebelum ada kolaborasi ini, robot bisa mengantarkan ke titik point, nah kemudian kami kembangkan untuk inspeksi,”tutur Muhtadin kepada radio Idola Semarang pagi (04/03) tadi.
Lalu apa harapan ke depan terhadap kemajuan teknologi?
Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama pembimbing tim robotika ITS Surabaya, Muhtadin, S.T., M.T. (yes/her)
Simak podcast wawancaranya:















