Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa traktat kerja sama keamanan antara Indonesia dan Australia yang ditandatangani hari ini (6/2), yakni Treaty on Common Security, bukan merupakan pakta pertahanan. Menurutnya, traktat tersebut berfungsi sebagai fondasi konsultasi bilateral di bidang keamanan antara kedua negara. Ia juga menambahkan bahwa dokumen tersebut tidak memuat inisiatif baru di sektor pertahanan. (Foto Dok. Bankom Pemerintah RI)

Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa traktat kerja sama keamanan antara Indonesia dan Australia yang ditandatangani hari ini, yakni Treaty on Common Security, bukan merupakan pakta pertahanan.

Adapun menurutnya, traktat tersebut berfungsi sebagai fondasi konsultasi bilateral di bidang keamanan antara kedua negara. Ia juga menambahkan bahwa dokumen tersebut tidak memuat inisiatif baru di sektor pertahanan.

“Kalau tadi ditanya ‘apakah ini merupakan pakta?’, tidak. Ini bukan merupakan pakta, ini bukan merupakan pakta pertahanan, bukan pakta militer,” ujar Sugiono, Jumat (6/2).

IIa menjelaskan, traktat tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Sydney pada November lalu. Dalam kunjungan tersebut, Sugiono bersama Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyepakati dokumen yang mengatur konsultasi rutin guna membahas berbagai faktor terkait keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Selain itu, Sugiono menyebut traktat ini sebagai perpanjangan dari Defense Cooperation Agreement yang disepakati kedua negara pada 2006.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut lebih berfokus pada sinergi dalam menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan di tengah dinamika global, bukan pada pembentukan inisiatif pertahanan baru.

“Kita perlu suasana yang stabil, suasana yang tenang, suasana yang sejuk, damai. Karena kalau tidak ada kestabilan, tidak ada perdamaian, itu akan membuat keinginan dan cita-cita kita tidak bisa tercapai. Jadi itu saya kira kenapa kita penting untuk membuat kerjasama-kerjasama dengan negara-negara di kawasan,” tutur dia. (her/dav)