Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK.

Semarang, Idola 92,6 FM-Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service (Moody’s), memertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia di level Baa2.

Namun, outlook atau prospek peringkat diubah dari stabil menjadi negatif di tengah dinamika ekonomi global.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai, keputusan tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.

Menurut Friderica, di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi nasional dinilai masih solid dan kebijakan makroekonomi berjalan disiplin serta sektor jasa keuangan tetap terjaga.

OJK melihat, prospek ekonomi Indonesia masih positif dan berkelanjutan.

Friderica menjelaskan, permintaan domestik yang kuat, stabilitas sektor keuangan,serta kelanjutan agenda reformasi menjadi faktor utama penopang pertumbuhan.

OJK akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ke depan, OJK akan konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan, serta memperdalam pasar keuangan secara terukur. Semua ini untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat kepercayaan investor,” kata Friderica.

Lebih lanjut Friderica menjelaskan, posisi Indonesia yang relatif lebih baik dibanding negara setara menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi nasional.

OJK akan terus memerkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, untuk menjaga stabilitas keuangan serta memerluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang.

“Dengan kondisi ini, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian global ke depan,” pungkasnya. (Bud)