Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Semarang, Idola 92,6 FM-OJK melaporkan, sektor jasa keuangan pada Desember 2025 tetap terjaga stabil.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan berdasarkan rilis data perekonomian global, secara umum menunjukkan perbaikan, meski kinerja ekonomi China berada di bawah ekspektasi. Hal itu dikatakan melalui siaran pers secara daring, kemarin.

Menurutnya, untuk aktivitas manufaktur global tetap berada di zona ekspansi dengan laju yang termoderasi.

“Untuk tahun 2026, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global masih akan berlanjut melandai dan berada di bawah rata-rata pertumbuhan pra-pandemi, seiring dengan meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama,” kata Mahendra.

Mahendra menjelaskan, di Amerika Serikat, perekonomian menunjukkan kinerja yang relatif solid.

Tercatat, PDB untuk kuartal III/2025 tumbuh 4,3 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan di atas konsensus pasar.

“Di sisi lain, pasar tenaga kerja di Amerika Serikat menunjukkan tanda moderasi serta inflasi untuk November 2025 turun ke 2,7 persen dan inflasi inti turun ke 2,6 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut Mahendra menjelaskan, di China, perlambatan ekonomi masih berlanjut dengan konsumsi rumah tangga masih tertahan.

Dari sisi penawaran, PMI manufaktur kembali ke zona kontraksi dan tekanan di sektor properti masih terus berlangsung.

“Perkembangan-perkembangan ini mendorong sejumlah bank sentral kembali menempuh kebijakan akomodatifnya,” imbuhnya.

Pada awal 2026, lanjut Mahendra, pelaku pasar memerhatikan perkembangan geopolitik yang terjadi di Venezuela dan potensi dampaknya terhadap stabilitas politik dan pasar keuangan global. (Bud)