Semarang, Idola 92,6 FM-Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025, kenaikan likuiditas transaksi saham pada semester II/2025 ditopang investor ritel domestik serta investor asing.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan proporsi transaksi investor ritel meningkat tajam, dari 36 persen di 2024 menjadi 50 persen pada 2025. Hal itu disampaikan melalui siaran pers secara daring, kemarin.
Inarno menjelaskan, pada periode Desember 2025, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham sebesar Rp12,24 triliun secara month-to-month (mtm).
Hal ini menunjukkan keyakinan dan persepsi positif, terhadap perekonomian dan pasar domestik.
Menurut Inarno, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham sebesar Rp17,34 triliun.
“Rata-rata nilai transaksi harian pada Desember 2025 menyentuh rekor tertinggi atau all-time high (ATH) sebesar Rp27,19 triliun. Angka ini masih konsisten berada di atas Rp20 triliun sejak 20 Agustus 2025,” kata Inarno.
Lebih lanjut Inarno menjelaskan, sepanjang kuartal IV/2025, rata-rata nilai transaksi harian sejak Oktober hingga November 2025 terpantau meningkat.
Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai transaksi harian Oktober 2025 menembus Rp16,62 triliun dan Rp17,22 triliun pada November 2025 serta Rp18,07 triliun pada Desember 2025.
“Ini didukung oleh jumlah investor di periode tersebut. Jumlah investor pada Oktober 2025 menembus 19,20 juta, 19,67 juta investor pada November 2025, dan 20,36 juta investor pada Desember 2025,” pungkasnya. (Bud)








