Semarang, Idola 92,6 FM-OJK menegaskan komitmennya menjaga ketahanan sektor jasa keuangan, agar tetap stabil dan mampu mendukung program prioritas pemerintah serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Pejabat sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pada 2026, OJK menetapkan tiga kebijakan prioritas.
Yakni penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif serta pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.
Menurut Friderica, kondisi fundamental perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan yang solid menjadi modal penting untuk keberlanjutan ekonomi ke depan.
“Penguatan ketahanan sektor jasa keuangan dilakukan melalui pemenuhan modal minimum lembaga jasa keuangan, pengembangan keuangan syariah, penyempurnaan tata kelola dan manajemen risiko termasuk risiko siber serta penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi,” kata Friderica.
Friderica menjelaskan, OJK juga mendorong reformasi integritas pasar modal melalui sejumlah langkah.
Antara lain peningkatan free float saham, pengungkapan kepemilikan manfaat akhir serta penegakan hukum yang konsisten.
“Kebijakan prioritas kedua diarahkan pada pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang lebih kontributif, melalui deregulasi dan kemudahan perizinan, peningkatan akses pembiayaan UMKM serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah,” jelasnya .
Lebih lanjut Friderica menjelaskan, beberapa di antaranya pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan sistem kesehatan nasional, dukungan hilirisasi melalui ekosistem emas serta kebijakan perlakuan khusus bagi debitur terdampak bencana.
Kebijakan ketiga difokuskan pada pendalaman pasar keuangan, dan pengembangan keuangan berkelanjutan.
OJK mendorong peningkatan peran investor institusional, penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta dukungan terhadap target Net Zero Emission melalui penyempurnaan taksonomi keuangan berkelanjutan dan pengembangan sistem registri unit karbon.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah dan kebijakan OJK, yang dinilai sejalan dengan program pemerintah.
Airlangga menyatakan, sektor keuangan yang stabil, kredibel dan berintegritas akan menjadi penentu utama masa depan perekonomian nasional serta mampu menjaga kepercayaan pasar dan menciptakan lapangan kerja. (Bud)















