Semarang, Idola 92,6 FM-Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar di Pantura, kemarin.
Pada sortie ketiga, pesawat PK-SCJ melakukan penyemaian awan menggunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak seribu kilogram.
Kalakhar BPBD Jawa Tengah Bergas Penanggungan mengatakan modifikasi cuaca akan terus dilakukan, dan rencananya sampai 29 Januari 2026. Hal itu dikatakan saat dihubungi lewat sambungan telepon, kemarin.
Menurut Bergas, OMC bertujuan untuk menekan curah hujan, terutama di wilayah terdampak bencana untuk penanganan.
Bergas menjelaskan, dalam sehari bisa dilakukan 5, 7 atau bahkan 9 sorti modifikasi cuaca. Disesuaikan dengan kondisi awan dan potensi turun hujan.
“Sesuai arahan bapak gubernur, saya sudah kontak dengan Kepala BNPB. Upaya penanganan darurat di wilayah terdampak guna pemulihan yakni modifikasi cuaca sampai 29 Januari 2026,” kata Bergas.
Lebih lanjut Bergas menjelaskan, pesawat yang melakukan modifikasi cuaca ini bisa membawa kapur atau garam.
Kapur untuk menahan supaya hujan tidak turun di lokasi terdampak bencana, sementara garam untuk menurunkan hujan terlebih dahulu sebelum awan sampai di lokasi bencana.
“Kami terus mengimbau pada masyarakat agar terus waspada. Lantaran prediksi BMKG menyebutkan puncak curah hujan di bulan Januari hingga Februari 2026,” pungkasnya. (Bud)








