Semarang, Idola 92,6 FM-Optimisme konsumen di Jawa Tengah pada awal 2026, menunjukkan tren positif.
Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang tercatat sebesar 129,55, atau berada pada level optimis (di atas 100), meningkat dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 117,77.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Andi Reina Sari mengatakan peningkatan ini menjadi sinyal kuat, membaiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, Jumat (20/2).
“Optimisme konsumen Jawa Tengah pada Januari 2026 meningkat dan tetap berada pada level optimis. Hal ini didorong oleh persepsi yang semakin baik terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi ke depan yang juga tetap kuat,” kata Reina.
Andi Reina menjelaskan, peningkatan optimisme tersebut tidak terlepas dari membaiknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) tercatat sebesar 114,66, naik dari bulan sebelumnya yang berada di angka 102,98.
Menurut Andi Reina, perbaikan ini terutama ditopang oleh persepsi positif masyarakat terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta konsumsi barang tahan lama.
“Persepsi konsumen terhadap penghasilan, lapangan kerja, dan konsumsi barang tahan lama menunjukkan tren yang membaik, sehingga turut mendorong peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi,” jelasnya.
Andi Reina menjelaskan, optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi ke depan juga menguat.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencapai 144,44, meningkat dari Desember 2025 sebesar 132,55.
“Ke depan, konsumen tetap optimis terhadap peningkatan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta kegiatan usaha dalam enam bulan mendatang,” imbuhnya.
Lebih lanjut Andi Reina menjelaskan, secara keseluruhan, perkembangan IKK di Jateng sejalan dengan tren nasional.
Optimisme juga terlihat di sejumlah kota besar seperti Semarang, Surakarta, Purwokerto dan Tegal yang seluruhnya berada pada level optimis.
“Peningkatan ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah, seiring dengan tetap terjaganya daya beli dan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan,” pungkasnya. (Bud)














