Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian inovatif, sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.
Salah satu teknologi yang dinilai strategis adalah biochar, pembenah tanah berbasis riset yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Dyah Lukisari mengatakan biochar merupakan upaya konkret, untuk memerbaiki kesuburan tanah secara lebih efektif. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, Senin (9/3).
Menurut Dyah, konsep tersebut berbeda dengan metode pembenahan tanah yang selama ini dilakukan secara manual.
Penggunaan biochar telah melalui berbagai riset, salah satunya dari Universitas Diponegoro (Undip), dan menunjukkan hasil yang cukup bagus.
“Dari paparan yang disampaikan, biochar mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Tinggi tanaman memang tidak terlalu berbeda, tetapi jumlah anakan dan bulirnya lebih banyak. Artinya produksi dan produktivitas meningkat,” kata Dyah.
Dyah menjelaskan, peningkatan produktivitas tersebut akan berdampak langsung pada ketersediaan pangan di Jateng.
Saat ini, Jateng masih berada di peringkat ketiga nasional sebagai daerah penghasil padi.
“Dengan penerapan biochar secara lebih luas dan intensif, posisi tersebut berpeluang untuk kembali meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut Dyah mendorong para pelaku dan pemangku kepentingan di sektor pertanian, untuk benar-benar memanfaatkan teknologi biochar secara masif di seluruh wilayah Jateng.
“Kalau seluruh wilayah Jawa Tengah menggunakan biochar, saya kira posisi kita bisa naik lagi, minimal ke peringkat dua nasional untuk produksi padi,” pungkasnya. (Bud)














