
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemasangan 270 unit jembatan darurat bailey untuk tiga provinsi terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat dikebut pemerintah. Jembatan tersebut tidak hanya menghubungkan akses di jalan-jalan nasional, tetapi juga menghubungkan masyarakat ke jalan kabupaten hingga desa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (Aam) dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Jumat (9/1).
“Untuk jembatan bailey, ini total akan dipasang 270 unit di tiga provinsi secara keseluruhan. Memang akan terus berproses pemasangannya. Jadi, tidak hanya akan menghubungkan jalan-jalan utama atau jalan nasional, tetapi juga masuk ke jalan-jalan kabupaten, jalan kecamatan, hingga jalan desa,” ujarnya.
Aam mengatakan jembatan-jembatan yang terputus akibat banjir nantinya akan terhubung oleh jembatan bailey. Agar masyarakat bise secepatnya bisa melakukan mobilitas antardaerah.
“Jadi, hampir semua nanti jembatan-jembatan yang saat ini terputus, kita akan koneksikan kembali dengan menggunakan jembatan bailey,” ungkapnya.
Dia juga memaparkan beberapa jembatan bailey yang sudah rampung dan sudah digunakan. Salah satunya jembatan bailey Beutong Ateuh Banggalang, di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Jembatan ini telah diuji coba dan dilewati oleh masyarakat. Jembatan ini memiliki panjang 30 meter, lebar 4,2 meter, dan kapasitas beban maksimal 18 ton.
“Jembatan ini sudah diresmikan dan dibuka untuk umum serta diap mendukung pemulihan akses transportasi utama antarwilayah,” kata Aam.
Sejumlah jembatan bailey di Aceh juga hampir rampung. Misalnya, jembatan bailey yang menghubungkan Kecamatan Bandar Khelipah dan Permatan, Bener Meriah. Progresnya mencapai 75 persen.
Sementara, di Timbang Gajah, Bener Meriah, masih dalam proses pemasangan. Khusus untuk Dusun Uning, Desa Pining, Gayo Lues, pemerintah tengah melakukan pembersihan akses jalan.
Pеmаѕаngаn jembatan ini mеruраkаn bagian dari lаngkаh реrсераtаn pembangunan іnfrаѕtruktur уаng dilakukan pemerintah pada аwаl 2026. Uрауа tersebut ditujukan untuk mеmреrсераt реmulіhаn mobilitas wаrgа, ѕеkаlіguѕ mеndоrоng kembali rоdа perekonomian dі wіlауаh tеrdаmраk bencana. (her/dav)












