Sejumlah pemain berebut bola di ajang perempatfinal Milklife Soccer Challenge Seri 2.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pembinaan olahraga mini soccer bagi pesepakbola wanita usia dini, mulai menunjukkan perkembangan positif.

Tak hanya soal semangat bermain, anak-anak juga mulai diperkenalkan pada pemahaman taktik sederhana seperti strategi lemparan ke dalam (throw in) yang kini lazim digunakan dalam sepak bola modern.

Hal itu terlihat dalam laga perempatfinal Milklife Soccer Challenge Seri 2 antara SDN Sendangmulyo 02 melawan SD IB Annisa di Lapangan Sidodadi Semarang, Sabtu (17/1).

Pelatih SDN Sendangmulyo 02, Febrian Dwi Hartanto mengatakan pembinaan teknik tersebut memang dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan usia pemain.

Menurutnya, pembinaan mini soccer usia dini tidak hanya soal fisik dan teknik dasar, tetapi juga pengenalan wawasan taktik sederhana agar anak-anak terbiasa berpikir dalam permainan.

“Selain latihan, kami juga tunjukkan video sepakbola Indonesia dan luar negeri. Kami edukasi bahwa ada teknik dan strategi yang bisa dipelajari sejak dini,” kata Febrian.

Asisten Head Coach Milklife Soccer Challenge Semarang Andri Ramawi Putra menilai, tren tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran yang wajar.

Namun demikian, fokus utama pembinaan tetap pada penguasaan teknik dasar.

“Long throw memang sedang menjadi tren dalam sepakbola modern. Itu sah-sah saja dan cukup baik sebagai variasi taktik,” ujarnya.

Andri menjelaskan, melalui ajang ini, Milklife Soccer Challenge tak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda pesepakbola wanita untuk tumbuh secara teknik, mental dan pemahaman permainan sejak dini. (Bud)