Pemerintah berupaya mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana di Sumatra, termasuk Aceh.Menjelang Ramadan, pembangunan huntara terus berlangsung di berbagai lokasi. Para prajurit TNI pun diterjunkan untuk membantu pembangunan huntara. Berdasarkan pantauan pada Senin (16/2), para personel TNI sedang membangun huntara di Desa Aih Selah, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Foto Dok. TNI)

Aceh, Idola 92.6 FM-Pemerintah berupaya mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana di Sumatra, termasuk Aceh.

Menjelang Ramadan, pembangunan huntara terus berlangsung di berbagai lokasi. Harapannya, masyarakat bisa menjalankan puasa dengan lebih nyaman di huntara.

Para prajurit TNI pun diterjunkan untuk membantu pembangunan huntara. Berdasarkan pantauan pada Senin (16/2), para personel TNI sedang membangun huntara di Desa Aih Selah, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Sebagian huntara sudah dipasangi tembok dari papan kayu dan atap seng. Tampak juga para personel TNI yang sedang memotong baja ringan untuk rangka bangunan.

Begitu juga di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Sebagian huntara telah dipasangi tembok papan kayu dan atap seng. Sementara sebagian masih berupa rangka baja.

Nantinya, setiap huntara akan dilengkapi dengan akses air bersih, listrik, kamar tidur, dan kamar mandi.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya telah menyampaikan bahwa pembangunan huntara dipercepat demi kenyamanan para warga terdampak bencana, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meski dalam kondisi pascabencana,” ujar Dody. (her/dav)