Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah bakal menggelar 308 kali gerakan pangan murah (GPM), untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting selama ramadan dan Idul Fitri 2026.
Gerakan itu akan diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota di Jateng, sampai Maret 2026.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan pemprov telah mengatur jadwal untuk GPM, dalam upaya membantu masyarakat mendapatkan komoditas pangan dengan harga terjangkau. Hal itu dikatakan saay kunjungan ke Demak, kemarin.
Luthfi menjelaskan, secara umum, menjelang Ramadan, ketersediaan pangan pokok strategis di Jateng dalam kondisi surplus.
Namun, awal Februari kemarin memang terindikasi ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.
“Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga ada cabai yang naik 35,7 persen menjadi Rp77.800/kg; Minyakita Rp16.300/liter atau naik 3,4 persen dan daging kerbau beku Rp110 ribu/kg atau naik 38,4 persen. Ada kenaikan tapi belum signifikan, kecuali cabai yang hampir mendekati angka Rp80 ribu,” kata Luthfi.
Menurut Luthfi, GPM menjadi salah satu langkah strategis guna mengendalikan harga bahan pokok supaya stabil dan terjangkau masyarakat.
Selain GPM, langkah strategis lain untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting adalah melakukan penyisiran yang dilakukan oleh Satgas Pangan Jateng.
Penyisiran dilakukan, untuk mengantisipasi adanya spekulan-spekulan.
“Harus kita sisir, mulai dari hilirisasi petani, distributor, sampah ke tempat penjualan dan konsumen,” pungkasnya. (Bud)









