Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah belum menetapkan status darurat bencana, meski hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir dan longsor di Kabupaten Jepara, Kudus dan Pati.
Hingga saat ini, penanganan di lapangan masih dapat dilakukan secara cepat dan terkendali.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan seluruh perangkat dan instansi terkait telah diturunkan, dalam upaya penanganan kebencanaan. Hal itu dikatakan saat meninjau banjir di Pati, kemarin.
Luthfi menjelaskan, di Pati, data penanganan bencana mencatat, banjir melanda 59 desa di 15 kecamatan.
Hal itu berdampak pada satu unit rumah rusak berat, dan lima rumah rusak sedang.
Selain itu, 15 titik talud dan akses jalan mengalami kerusakan, serta satu fasilitas umum berupa musala terdampak.
Sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa sempat mengungsi di Balai Desa Doropayung.
Menurut Luthfi, bencana longsor terjadi di 10 desa di tiga kecamatan dengan total sekira 121 titik longsor.
Dampaknya, 20 rumah terdampak, sekira 80 kepala keluarga atau 264 jiwa terdampak langsung, dan satu orang meninggal dunia.
“Kita memastikan masyarakat tetap tertangani dengan baik. Beberapa kebutuhan pokok kita salurkan. Jangan sampai masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas, terutama anak-anak sekolah, serta pemenuhan kebutuhan bahan pokok,” kata Luthfi.
Lebih lanjut Luthfi juga memastikan, bantuan kebutuhan pokok kebencanaan juga telah disalurkan.
Bantuan tersebut disinergikan dengan Baznas, PMI dan pemerintah daerah agar penanganan lebih cepat dan merata.
“Seluruh kabupaten/kota sebenarnya sudah menyiapkan sarana dan prasarana, baik itu bupati, OPD, maupun bersama TNI dan Polri,” pungkasnya. (Bud)












