Taj Yasin, Wagub Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-BPK memberikan tiga catatan utama, yakni terkait pengumpulan dan sinkronisasi data pangan, pelaksanaan program pangan berkelanjutan serta alih fungsi lahan dan konservasi sumber daya air untuk mendukung irigasi produksi padi.

Atas catatan tersebut, Wagub Jawa Tengah Taj Yasin menyambut positif hasil koreksi BPK terhadap kinerja ketahanan pangan Pemprov Jateng. Hal itu dikatakan saat berada di Semarang, kemarin.

Menurut Gus Yasin, pihaknya akan membaca secara menyeluruh dan menindaklanjuti semua rekomendasi yang diberikan.

Pemprov Jateng berkomitmen, untuk terus memerkuat fondasi ketahanan pangan di wilayahnya.

“Kami patut mengapresiasi dan merasa senang dengan koreksi-koreksi yang disampaikan BPK atas kinerja kami di lapangan. Kalau kita bicara data, ini memang harus kita kerjakan dengan cepat. Data lahan harus disinkronisasi. Dinas Pertanian juga sudah kami minta untuk mengevaluasi alih fungsi lahan serta kondisi lahan yang ada di Jawa Tengah,” kata Gus Yasin.

Gus Yasin menjelaskan, dalam laporan tersebut, BPK memberikan tiga catatan utama, yakni terkait pengumpulan dan sinkronisasi data pangan, pelaksanaan program pangan berkelanjutan serta alih fungsi lahan, dan konservasi sumber daya air untuk mendukung irigasi produksi padi.

“Data lahan pertanian memang harus disinkronkan, karena berkaitan langsung dengan target ketahanan pangan di tahun berjalan. Pemprov Jawa Tengah akan bekerja secara kolaboratif dan kooperatif untuk menjalankan seluruh koreksi BPK. Di sisi lain, pemerintah juga dituntut berpikir strategis agar keterbatasan lahan tidak menggerus kontribusi Jawa Tengah sebagai penopang ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menghidupkan kembali lahan-lahan persawahan yang selama ini tidak produktif akibat keterbatasan irigasi dan hanya mengandalkan tadah hujan.

Sementara Kepala BPK RI Perwakilan Jateng Ahmad Luthfi Rahmatullah menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan berfokus pada kinerja program-program Pemprov Jateng dalam mendukung ketahanan pangan.

“Secara umum, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan banyak hal yang mendukung ketahanan pangan. Namun tanpa mengurangi capaian yang ada, dari hasil pemeriksaan kami masih ditemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki,” ujarnya. (Bud)