Wagub Taj Yasin melihat pembuatan sumur resapan di Kudus.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah mendorong pembuatan sumur resapan sebagai solusi sederhana dan murah, namun berdampak luas bagi lingkungan sekaligus infrastruktur jalan.

Wagub Taj Yasin mengatakan sumur resapan bukan sekadar proyek konservasi air, tetapi juga strategi efektif untuk menjaga ketahanan infrastruktur jalan. Hal itu dikatakan saat berada di Kudus, kemarin.

“Ketika musim penghujan, yang paling rawan merusak jalan itu genangan air. Kalau genangan air ini bisa kita hilangkan, saya rasa jalannya juga semakin lebih awet,” kata Gus Yasin.

Gus Yasin mengapresiasi langkah Sukun Wartono Indonesia, yang telah membangun sumur resapan di sejumlah titik.

Salah satunya di Lapangan Jogging Track Taman Desa Gondosari, telah dibuat 15 sumur resapan.

“Ini gerakan yang sederhana, tapi dampaknya besar. Satu gerakan bisa menyelamatkan beberapa program pekerjaan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, sampai desa,” jelasnya.

Gus Yasin menjelaskan, selama ini menjadi faktor utama yang memercepat kerusakan lapisan jalan.

Air yang mengendap berpotensi merusak struktur dan memicu retakan hingga lubang yang berujung pada tingginya biaya perbaikan.

“Pemprov Jawa Tengah mendorong gerakan sumur resapan, agar lebih dimasifkan. Namun, pembangunan sumur resapan harus disertai edukasi teknis kepada masyarakat. Kalau tanahnya tanah liat atau lempung, harus sampai ketemu pasir. Jangan sampai resapan justru merusak struktur tanah,” pungkasnya. (Bud)