Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah mulai memetakan dampak setelah bencana, termasuk menghitung kerusakan infrastruktur di jalur pantura yang menjadi urat nadi perekonomian.
Wagub Taj Yasin mengatakan banjir di Jateng, sampai saat ini belum selesai semuanya, namun mulai menghitung dan memetakan. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Menurut Gus Yasin, jalur utama pantura dari Kabupaten Rembang hingga Kota Semarang menjadi perhatian utama.
Kerusakan tidak hanya terjadi di jalan nasional, tetapi juga di jalan kabupaten dan provinsi akibat tingginya intensitas kendaraan yang melintas saat banjir.
Gus Yasin menjelaskan, Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan pengajuan anggaran, termasuk untuk pembangunan dan peninggian tanggul sebagai langkah pencegahan agar banjir tidak terulang tahun depan.
“Kami sampaikan ke pemerintah pusat, jalur Pantura dari Rembang sampai Semarang itu belum kita hitung semuanya. Belum lagi dari Semarang ke arah barat. Di wilayah Pati, banjir terjadi akibat limpasan debit air yang sangat tinggi. Kalau limpasan, berarti debit airnya tinggi. Ini artinya perlu peninggian tanggul atau normalisasi sungai,” kata Gus Yasin.
Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, untuk penanganan darurat, pemprov bersama BNPB telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah pantura.
OMC telah berjalan sejak 15 Januari dan diperpanjang hingga 24 Januari 2026, sambil menunggu perkembangan cuaca dari BMKG.
“Masyarakat kami imbau lebih siap menghadapi cuaca ekstrem, dengan memahami jalur dan lokasi evakuasi sejak dini. Kalau ada cuaca ekstrem, segera menginformasikan dan sudah punya rencana ke mana harus mengungsi. Supaya tidak gagap saat bencana datang,” pungkasnya. (Bud)














